Postingan

KOMPAS PART 3

Jumat , 22 Juli 2016 Waktu pun berlalu , 5 hari sudah aku tak lagi berkomunikasi dengan rafa. ya mungkin lebih baik diam daripada harus memberikan makan ego masing masing, toh kalau memang dia benar masih sayang dan masih sedikit tersisa perassan nya untuk ku , pasti dia akan menghubungi ku kembali. tapi kenapa aku terus memikirkan nya ya, berulang kali aku intropeksi diri dimana kesalahan ku, dimana kekurangan ku , dan berulang kali juga aku selalu bercermin, apakah dari fisik aku kamu tinggalkan aku rafaaa ... aku pun menangis dalam bayangan ku di cermin . Di cermin aku selalu teringat akan semua janji mu rafaa .. Sial , kenapa harus telat lagi hari ini ke kantor nya ... " ketus maura sambil tergesa-gesa mengendarai motor nya ". sesampainya di kantor , kenapa di parkiran ko sepi ya ga kayak biasanya banyak motor berjajar ini ko tumben banget lowong begini, ahhh mungkin yang lain juga kena macet kali ya ... jadi gak sendiri aku telat nya , gumam ku dan bergegas masuk menuju ...

23 Januari 2023

28 Januari 2023 Ya allah , betapa lelah nya aku jalani ini ... semua bergantung harapan padaku , sedangkan aku tak cukup sanggup mencapainya sendirian ... ragaku tak sekokoh akar pohon yg mampu menahan terpaan angin kencang ... hatiku tak sesabar air yg mampu mengalir terus walau perjalanan berliku , menerjang bebatuan , dan tenggelam dalam arus tetap mengalir tenang mengikuti alur takdir ... aku hanya seorang hamba yg selalu mudah mengeluh tanpa org tau apa saja yg telah aku hadapi , aku jalani , aku tekuni ... berikan aku lebih kuat lagi , utk hadapi hari esok krn masih banyak hal yg harus aku selesaikan ... berikan aku lebih ikhlas lagi , utk jalani hari ku krn ada mrk yg bersandar dibelakang bahu ku demi hidup nya , demi kebahagiaan nya , demi masa depan nya ... berikan aku lebih dewasa lagi , utk tekuni arti kehidupan ini yg sesungguhnya dgn terus berjuang dan tdak berputus asa ... karena hanya kepada Engkau Maha Pendengar, Maha Kaya , Maha Mengcukupi , Maha Pemberi segala ... Has...

KOMPAS PART 2

My Pride fell with My fortunes ..... kata-kata itu yang selalu jadi antusias aku setiap pagi , tapi untuk akhir pekan ini semangat dan antusias itu justru melemah tak seperti biasanya. Maura : Rasanya males banget kerja hari ini , kenapa ya ri ? " keluh maura ke rekan kerja nya sambil menopangkan kedua tangan nya di atas meja " Ari : Hmmmm , kode keras tuh ndraaa .... Piknik Piknik " sindir ari sambil tertawa lepas " Maura : Apaan sih , elu kali yang kepengen . " jawab maura ketus sambil meninggalkan meja kerja nya " Andra : Gara-gara elu tuh , jadi bete kan dia . " Andra pun bergegas mengejar maura " Seperti hari-hari sebelumnya, setiap pagi aku memang terbiasa sarapan di kantin kantor. Mungkin kali ini aku terlalu moody , akibat kejadian kemarin lusa yang masih gagal move on . Pagi ini mood aku berantakan, kacau, galau , pokok nya susah diajak enjoy . Mas Kantin : Ehhh , si neng pagi pagi udah jualan tutut .... kenape neng ? berantem...

KOMPAS PART 1

Kompas ini rusak, tak bisa membawa ku pulang… Kompas ini tak dapat berfungsi dengan baik, tak dapat menunjukkan arah mata angin dengan tepat… Ya begitulah aku saat ini, seperti kompas ini … Dulu aku baik baik saja, bahagia senang menikmati hidup dengan penuh harapan layaknya anak muda mengkhayal segala mimpi yang seketika mudah diraih… Bahkan karir ini mengajakku melangkah lebih jauh mendekati kemapanan. Seketika waktu mengenalkan ku pada kekecewaan, waktu merangkulku dalam posisi roda hidupku yang semula di atas, semua berubah berbeda menjadi cerita yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Waktu memberikan rasanya bagaimana hati ini dipatahkan, Hari-Hari ku berubah menjadi sendu. berawal dari kesalahpahaman hingga berujung pada satu keputusan yang harus ku ikhlaskan. Hatiku dingin, hidupku hambar, karir ku merosot, ku menjadi pribadi yang tidak menyenangkan. Masuk kedalam dunia kelam, menikmati masa masa bodoh seketika saat hati ini masih merasakan...

KOMPAS PART 4

Kompas ini rusak, tak bisa membawa ku pulang… Kompas ini tak dapat berfungsi dengan baik, tak dapat menunjukkan arah mata angin dengan tepat… Ya begitulah aku saat ini, seperti kompas ini … Dulu aku baik baik saja, bahagia senang menikmati hidup dengan penuh harapan layaknya anak muda yang disandung asmara… Banyak mimpi yang ku rancang, bahkan karir ini mengajakku melangkah lebih jauh mendekati kemapanan. Seketika kekecewaan merangkulku dalam posisi roda hidupku di atas, semua berubah berbeda menjadi cerita yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Hati ku dipatahkan nya, sampai kuharus ikhlas melepaskan nya pada yang lebih bisa menjaga senyum nya untuk ikrar kebahagiaan. 6 tahun dia bintangku, dia tujuan hidupku sampai pada akhirnya bintang itu meredup menghilang dalam langit malam yang tak kunjung datang lagi. Bintang yang tak mungkin ku raih lagi. Walau masih dilangit yang sama cahaya kemilau nya tak lagi terpancar melekat dalam pandanganku. Hatiku dingin, hidupku...

Ikhlas itu seperti kupu-kupu

Bukan maksudku untuk melepasmu , Ada alasan dimana janji itu diingkari oleh nya. Beginilah awal kedekatanku dengan nya. Hanya karena sama sama saling simpati dengan keadaan saat itu, dimana keduanya sedang down karena berbagai pemicu hopeless kita pun saling sharing bukan karena benar benar peduli melainkan adanya rasa penasaran satu sama lain. Next timbul chemistry dengan nya, Satu alasan kenapa kebanyakan orang galau itu mudah tertarik dengan lawan bicara nya ya ... karena adanya sosok yg cocok, apa yg membuat kita kesal, sedih, badmood pun juga bisa menjadi klop istilah nya mengerti apa yg sedang kita rasakan. Mudah merasa cepat bahagia melupakan sejenak hal yg membuat sedih / galau. Itulah alasan nya kita deket. Ada banyak cara sebenernya buat menghibur atau support org galau tapi kembali lagi bagaimana cara penerimaan nya ya guys ... Dulu caranya yg membuat aku luluh, dia ciptakan 1 lagu " kenangan " itu judulnya dan disitu juga pas dia kirimkan lewat voicenote ...

26 September 2015

Semalam memang baik baik saja, tapi tidak dengan hati ku yg beranggapan ini tidak biasanya ... Awalnya aku cuma mengira memang itulah sifat nya dia yg senang menghibur dan mencairkan suasana kaku menjadi hangat bercengkrama satu dgn yg lain nya ... Tapi apakah akan selama nya begitu, dia bisa saja ramah dan menyenangkan utk semua org bahkan pasangan teman nya sekalipun , tapi kapan saat nya aku pun sebagai pasangan nya diperlakukan ramah dan menyenangkan seperti mereka. Setiap ku mengeluh ingin rasanya seperti mereka , hanya hujatan dan nada keras bahkan terkekangnya batin ini hanya karena masalah kenyamanan ... Peka atau tidak hanya aku yg merasakan , sekalipun yg bersangkutan sudah bilang menuruti apa yg aku mau , tapi itu tak seperti apa yg aku bayangkan ... cukup ku berucap terimakasih atas segala pengertian nya ... sebenarnya itu hanya cara ku untuk menghargai usaha nya untuk membuatku nyaman ... Memang salah bila aku cemburu ?? Kamu lebih bisa membuat wanita lain tertawa, nyama...